Rabu, 21 Januari 2026

Kisah Heroik di Balik Jahitan Bendera Pusaka

 Kisah Heroik di Balik Jahitan Bendera Pusaka



Simbolisme dan Pengorbanan

Ibu Fatmawati menjahit Bendera Pusaka dalam keadaan penuh keterbatasan. Pada tahun 1944, kain berkualitas sangat sulit didapat karena pengawasan ketat Jepang. Kain putih yang digunakan kabarnya adalah kain seprai bersih, sementara kain merah dibeli dari seorang penjual soto melalui bantuan seorang pemuda bernama Lukas Kastaryo. Fatmawati menjahitnya menggunakan mesin jahit tangan (bukan mesin kaki) sambil berurai air mata, karena saat itu beliau sedang hamil tua (Guntur Soekarnoputra) dan merasa khawatir akan masa depan bayi serta bangsa Indonesia yang sedang berada di ujung tanduk antara merdeka atau tetap dijajah.


Sumber Artikel



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teori "Cycle of 20 Years" dalam Fashion

Teori "Cycle of 20 Years" dalam Fashion Teori ini menyebutkan bahwa tren estetika akan berputar kembali setiap 20 tahun. Alasannya...